BANGUN RUMAH DHUAFA MELALUI DANA DESA

RUSEBARA.DESA.ID– Bireuen- Mulai tahun anggaran 2019, Pemerintah Kabupaten Bireuen tiap gampong untuk membangun rumah dhuafa, maksimal tiga unit pertahun. Hal ini disampaikan oleh Bupati Bireuen H. Saifannur, S.Sos., Senin (21/1/2019) di halaman Pendopo Bireuen.

Saifannur mengatakan, pembangunan rumah dhuafa melalui Dana Desa di luar rehabilitasi rumah tidak layak huni yang tetap harus dilakukan.

Pemerintah menargetkan persoalan rumah tidak layak harus tuntas di Kabupaten Bireuen. “Tiap desa bangun rumah dhuafa tiga unit. Ini harus dilakukan. Itu di luar rehab rumah. “

Dalam kesempatan itu, Saifannur juga mengatakan dengan adanya Dana Desa, keuchik saat ini tentu tidak memiliki alasan kesulitan melaksanakan pembangunan. Negara sudah hadir langsung ke desa dengan gelontoran dana yang banyak.

Dia menyebutkan, dengan dana yang begitu banyak, tentu bukan suatu kendala dalam membangun. “Saya kades di jaman konflik. Tak ada uang saat itu. Saya jadi kades 24 tahun. Sekarang mudah,” katanya.

Saat ini bukan hanya keuchik yang digaji oleh pemerintah. Ke depan gaji aparatur desa pun sudah setara pegawai golongan II/A. Dengan demikian keuchik dan aparatur gampong tidak banyak menghabiskan waktu tanpa jelas target. Apalagi bekerja di gampong tidak full time dalam pelayanan.

“Keuchik bek wet wet le. Bek olah keuno olah keudeh. Pak Camat, meunyo Keuchik hana bereh, . Nyoe kon peng tanyoe. Perangkat desa adalah pengabdian. Apalagi ke depan perangkat desa gaji setara II/A,” katanya lagi.

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan