INOVASI DESA RUSEB ARA TAHUN 2019

 

Dukumen sertifikat tanah

RUSEBARA.DESA.ID– Ruseb Ara adalah sebuah desa yang jauh dari pusat keramaian kota, karena hal itu kondisi di  cenderung masih alami. Jumlah penduduknya pun cenderung sedikit dan di desa masih banyak lahan kosong yang biasanya dimanfaatkan untuk bertani dan berkebun sebagai mata pencaharian utamanya.

Pada dasaranya baik masyarakat kota maupun desa saling membutuhkan. Tanpa masyarkat desa, orang-orang yang berada di kota tidak akan terpenuhi kebutuhan pokoknya. Dan sebaliknya, hasil yang mereka tanam akan dijual pada masyarakat kota guna memanuhi kebutuhan mereka di desa.

Namun, seiring dengan perkembangan zaman lonjakan urbanisasi yaitu perpindahan penduduk desa kota ini semakin banyak. sehingga tidak terjadi keseimbangan antar kota maupun daerah. Akibatnya, desa pun semakin tertinggal karena tidak ada yang mau untuk berinovasi atau membangun desanya sendiri terutama dikalangan anak muda.

Penyebabnya bermacam-macam, namun yang pasti biasanya didasari oleh fasilitas desa yang tidak serba mudah seperti yang ada di kota. Tentunya bila terus dibiarkan tidak adakan bagus untuk perkembangan di desa maupun kota di masa yang akan datang.

Oleh karena itu, saling membantu antara masyarakat kota dan desa sangat diperlukan. Untuk mewujudkannya bisa dimulai dari membuat program inovasi desa yang tentunya baik untuk mereka. Nah, Pemerintah Desa Ruseb Ara dibawah kemimpinan Kepala desa (Keuchiek) Joni pada tahun 2019 membuat  “Program Inovasi Desa Penyusunan Ulang Informasi Kepemilikan dan Sertifikasi Tanah Warga”

Inovasi penyusunan ulang kepemilikan dan sertifikasi tanah ini tercipta manakala banyak Warga yang belum memiliki sertifikat tanah. Wajar hal tersebut terjadi karena semenjak tahun 1940 belum ada lagi perbaikan atau pergantian sertifikat tersebut.

Karena itulah, untuk menghindari konflik tentang kepemilikan tanah yang dirasa sangat sensitif, maka Kepala desa (Keuchiek) pun mengedukasi warga desa tentang pentingnya memiliki sertifikat tanah tersebut.

Inovasi tersebut sudah mulai dilaksanakan oleh Desa Ruseb Ara, Kabupaten Bireuen, Aceh. Warga sudah memulai mengurus admitrasi tanah yang baru sehingga tanah yang mereka miliki tidak akan menjadi sengketa di kemudian hari.

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan