RUSEB ARA BERASAL DARI MEKKAH’???

Keuchiek Joni

foto (Keuchiek Joni)

RUSEBARA.DESA.ID– Gampong Ruseb Ara merupakan salah satu Gampong yang terletak di Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Pada awal terbentuk Gampong Ruseb Ara ini terbukti dalam Lagenda Sejarah Almarhum Syaikh ‘Abdur Rahim Al-Asyi (terkenal juga dengan sebutan Teungku Chik Awe Geutah) yang tinggal di Gampong Awe Geutah, Peusangan. pertengahan bulan sya’ban hujan menguyur kawasan Awe Geutah,Peusangan. Hujan turun sangat deras.

Ketika hujan deras di wilayah Awe Geutah,Peusangan maka palung sungai yang ada disekitar kreung Panjoe tidak mampu menampung. Kemungkinan indikasi bahwa sebelum terjadinya longsoran yang kemudian membendung alur-alur hulu.

Itulah yang menyebabkan mengapa terjadi banjir bandang dengan material kayu-kayu gelondongan, batu- batu sedimen yang dialurkan ke sungai ruseb tembus ke laut jangka.

Gampong ruseb ini masih dalam bentuk hutan belantara yang hanya ditempati beberapa orang saja. Setelah diterjang banjir material kayu-kayu gelondongan berserakan dialur sungai ruseb. Sejumlah warga turun kelokasi banjir dengan jalan kaki, untuk mencapai lokasi dengan keadaan becek (Rhuep that’) dalam bahasa Aceh, beberapa warga menemukan sejumlah Jenazah salah satu tersangkut di pohon Ara ( ficus carica), jenazah yang ditemukan dikebumikan langsung di tepi sungai sebelah utara.
Dari beberapa jenazah yang sudah dikebumikan tersebut masyarakat mempercayai punya kelebihan ( Keuramat), masyarakat menduga jenazah berasal dari Keluarga atau Lingkungan Teungku Chik Awe Geutah) dan masyarakat menamakan Kubu Tgk Di Peuranteng.

Dari kisah lagendaris tersebut dapat atau bisa dipastikan Asal Usul warga menamakan Ruseb Ara yang di Ambil dari Rhuep That dan Ara dari Pohon Ara.
Untuk memenuhi kebutuhan siar agama nya salah satu warga Ruseb Ara dengan nama Julukan Tgk Bate Teureutep belajar Kota Suci Mekkah. Untuk mencapai kota suci mekkah menunngu musiman haji, musiman haji telah tiba, semua sudah dipersiapkan dengan matang, tempo dulu menuju mekkah dengan kapal laut dengan waktu +- 6 bulan di lautan. Maka yang terjadi pada warga tersebut digagalkan berangkat disebabkan tidak cukup ongkos kapal, karena niat dan tekat sudah kuat ingin ke Kota Suci Mekkah, tekat bergantung ditali kapal dalam air laut.

Setelah musim haji usai seluruh jamaah haji berkemas kemas untuk kembali kekampung halaman yang juga termasuk Tgk Bate Teureutep, nahkoda kapal memberikan izin ikut kepada tgk bate tereutep pulang barsama dengan jamaah yang lain. Setelah tiba dikampung halaman tgk bate teruetep badannya mulai terasa gatal- gatal dan singkat ceritanya Tgk Bate Teureutep itu meninggal dunia dan dikebumikan di Perkarangan Makam Keluarga Keuchiek Joni.
Dalam perkembangnya waktu Gampong Ruseb Ara terus berkembang dengan letaknya sanggat strategis dan tanah nya yang subur.
Disebelah utara ujung selatan batas Gampong Ruseb Ara ( Bada Timu dan Pante Sidoem) ada seorang tokoh ulama yang dermawan Habib Abdurrahman Bin Alwi Al-Habsyi ( Habib Bugak).

Adapun Gampong Ruseb Ara dikelilingi 10 Gampong dibatasi oleh Sungai (Saluran) dan Sawah.
Kesimpulannya bahwa Gampong Ruseb Ara menyimpan banyak historis dan sangat potensial untuk daerah pengembangan wisata, selain itu sanggat cocok untuk bertani yang ditunjang dengan iklim yang memadai.

Facebook Comments

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Balasan